aku jatuh cinta
aku takut melukainya dengan cintaku
aku takut belaian'nya' melukaimu
aku takut dekapan'nya' menyesakkan napasmu
aku takut....tapi aku mencintaimu
aku takut melukainya dengan cintaku
aku takut belaian'nya' melukaimu
aku takut dekapan'nya' menyesakkan napasmu
aku takut....tapi aku mencintaimu
aku tidak memikirkan valentine atau jatuh cinta bertepatan dengan hari kasih sayang, tapi aku baru sempat menggoreskannya saat ini.
entah debaran jantung ini berbalas? dan ribuan khayal tersambut? aku seperti tercabut dari akar, lama aku tidak merasakan ini ( aku bahkan lupa rasanya )
oh Maha Hidup, bagaimana cara untuk meredamnya? bagaimana menepikan asa itu dan memupusnya pelan-pelan? sungguh aku tidak punya daya untuk meraihnya pun untuk menghapusnya. semisal aku jatuh cinta padanya, aku takut melukainya. aku lihat dia sudah sering terluka dan aku takut cintaku akan menorehkan luka di atas luka.
duhai waktu, biarkan aku merana merasainya bila kau berkenan singgahkan aku disisinya...........
entah kapan.......aku menunggu
sepanjang jalan aku masih mencari tujuan, bentangan rel, lapisan fly over atau buaian ombak kuharap bisa membawaku ke tujuan. tapi sepertinya aku berjalan di tempat, jalan yang kutempuh seperti berlomba denganku, mencegahku untuk sampai ke tujuan. aku memang tidak sanggup berlari, setapak dan selangkah kupaksakan kakiku untuk mengukur jalan tapi aku tak pernah sanggup bersisian dengannya....aku kalah!
aku sendiri, andai ada teman seiring akan terasa ringan langkah kaki ini untuk menuntaskan jalan yang terbentang. anadai ada tempat berbagi, aku tak akan segan berhenti menghirup udara untuk memenuhi rongga dada dan bersama2 melangkah kemudian- meskipun sejejak demi sejejak.
aku kesepian, jalan yang kulalui tak mungkin kutempuh sendiri.....aku butuh teman,kawan, sahabat. jika kan kutemukan?
| aku sempat kehilangan jejak, merasa sendiri di belantara hidup, semua arah sama-tak menawarkan asa....jejak langkah dan tanda untuk kembali tidak ter-indra oleh kasat mata. kemana aku harus mencari mata angin, kemana aku harus mengarah pulang? sementara malam sudah turun dan cerah cahaya berganti selubung pekat malam..................................
sahabat, aku membutuhkanmu, bukan sekedar tempat berkeluh kesah, berbagi resah atau gurau tawa.....aku membutuhkanmu lebih dari apapun... sahabat, aku bisa menaungkan sebagian ragaku yang rapuh padamu, bersembunyi dalam jiwa tegarmu dan terhangatkan oleh pelukan kecilmu. sahabat, aku bisa punya apapun, tapi aku tidak pernah merasa kaya tanpa kehadiranmu. warna hariku semeriah aurora di kutub selatan bila terlewatkan tanpamu.................................................... sahabat, aku membutuhkanmu... (thanks untuk ex.teman2 kantor...inspirasi tulisan ini dari kalian...meski aku tidak pernah mempercayai kalian secara personal....tapi aku tahu kalian tulus) |